Pengertian
dan pemahaman refrigerasi
Refrigerasi
atau pendinginan merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan saat ini terutama
bagi masyarakat perkotaan. Karena itu kita perlu mempelajari sitem kerja
refrigerasi / pendinginan dan sekaligus mengenal komponen-komponen
refrigerasi. Refrigerasi dapat berupa lemari es pada rumah tangga, mesin
pembeku (freezer), pendingin sayur dan buah-buahan pada super market dan
sebagainya. Peralatan ini dapat dijumpai mulai dari skala kecil pada rumah
tangga hingga skala besar pada aplikasi di industri. Sistem refrigerasi
kompressi uap juga digunakan pada aplikasi tata udara (air condition). Aplikasi
tata udara untuk hunian manusia, mesin yang digunakan dapat ditemui mulai dari
skala kecil seperti AC window AC Cassete, AC Standing, AC split duct, AC
central ataupun AC spilit dan skala besar seperti air cooled chiller cold
storing.
Refrigerasi adalah proses pengambilan kalor atau panas dari
suatu benda atau ruang untuk menurunkan temperaturnya. Kalor adalah salah satu
bentuk dari energi, sehingga mengambil kalor suatu benda ekuivalen dengan
mengambil sebagian energi dari molekul-molekulnya. Pada aplikasi tata udara
(air conditioning), kalor yang diambil berasal dari udara. Untuk mengambil
kalor dari udara, maka udara harus bersentuhan dengan suatu bahan atau material
yang memiliki temperatur yang lebih rendah.
Suatu mesin refrigerasi akan memiliki tiga sistem terpisah yakni:
1. Sistem refrigerasi
2. Sumberdaya untuk menggerakkan kompresor, yang berupa motor listrik
3. Sistem kontrol untuk menjaga suhu benda atau ruangan seperti di inginkan.
Mesin refrigerasi dapat berupa lemari es pada rumah tangga, mesin pembeku (freezer), pendingin sayur dan buah-buahan pada supermarket, mesin pembeku daging dan ikan, dan sebagainya. Peralatan ini dapat dijumpai mulai dari skala kecil pada rumah tangga hingga skala besar pada aplikasi komersial dan industri.
Di samping itu, sistem refrigerasi komputer uap jugga digunakan pada aplikasi tata udara. Pada aplikasi tata udara untuk hunian manusia, mesin yang digunakan dapat ditemui mulai dari skala kecil seperti AC window dan AC split, sampai dengan skala menengah dan besar seperti packaget rooftop air conditioner, water-cooled chiller, dan air-cooled chiller.
Suatu mesin refrigerasi akan memiliki tiga sistem terpisah yakni:
1. Sistem refrigerasi
2. Sumberdaya untuk menggerakkan kompresor, yang berupa motor listrik
3. Sistem kontrol untuk menjaga suhu benda atau ruangan seperti di inginkan.
Mesin refrigerasi dapat berupa lemari es pada rumah tangga, mesin pembeku (freezer), pendingin sayur dan buah-buahan pada supermarket, mesin pembeku daging dan ikan, dan sebagainya. Peralatan ini dapat dijumpai mulai dari skala kecil pada rumah tangga hingga skala besar pada aplikasi komersial dan industri.
Di samping itu, sistem refrigerasi komputer uap jugga digunakan pada aplikasi tata udara. Pada aplikasi tata udara untuk hunian manusia, mesin yang digunakan dapat ditemui mulai dari skala kecil seperti AC window dan AC split, sampai dengan skala menengah dan besar seperti packaget rooftop air conditioner, water-cooled chiller, dan air-cooled chiller.
http://serviceac.web.id/tujuan-memahami-tentang-sistem-refrigerasi/
2. Tujuan memahami tentang
Sistem Refrigerasi
1. Dengan memahami
cara kerja sistem refrigerasi calon teknisi refrigerasi dapat lebih mudah
mencari kesalahan atau kerusakan pada sistem refrigerasi. 2.
Dengan memahami cara kerja sistem refrigerasi, masyarakat dapat menghindari
kesalahan pemakaian dalam pengoperasian mesin refrigerasi. 3. Sistem
Refrigerasi Sederhana Sistem refrigerasi yang umum dan mudah dijumpai pada
apliksai sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga, komersial, dan
industri, adalah sistem refrigerasi kompresi uap (vapor compression
refrigeration). Pada sistem ini terdapat refrigeran (refrigerant), yakni suatu
senyawa yang dapat berubah fase secara cepat dari uap ke cair dan sebaliknya.
Pada saat terjadi perubahan fase dari cair ke uap, refrigeran akan mengambil kalor
(panas) dari lingkungan. Sebaliknya, saat berubah fase dari uap ke cair,
refrigeran akan membuang kalor (panas) ke lingkungan sekelilingnya.
Komponen utama dari
suatu sistem refrigerasi kompresi uap adalah: 1. Evaporator
2. Kompresor 3. Kondenser 4.
Alat ekspansi (metering device) Semua komponen tersebut dihubungkan oleh
suatu sistem pemipaan sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 5.
Komponen utama dari
suatu sistem refrigerasi kompresi uap adalah: 1. Evaporator
2. Kompresor 3. Kondenser 4.
Alat ekspansi (metering device) Semua komponen tersebut dihubungkan oleh
suatu sistem pemipaan sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 5.
3.1 Evaporator
Evaporator adalah komponen yang
digunakan untuk mengambil kalor dari suatu ruangan atau suatu benda yang
bersentuhan dengannya. Pada evaporator terjadi pendidihan (boiling) atau
penguapan (evaporation), atau perubahan fasarefrigran dari cair menjadi uap.
Refrigeran pada umumnya memiliki titik didih yang rendah. Sebagai contoh,refrigeran 22 (R22)
memiliki titik didih -41° C. Dengan demikian, refrigeran mampu menyerap kalor
pada temperatur yang sangat rendah. Evaporator dapat berupa koil telanjang
tanpa sirip (bare pipe coil), koil bersirip (finned coil), pelat (plate
evaporator) shell and coil, atau shell and tube evaporator. Jenis evaporator
yang digunakan pada suatu sistem refrigerasi tergantung pada jenis aplikasinya.
gambar
evaburator
3.2 Kompresor
Kompresor
dikenal sebagai jantung dari suatu sistem refrigerasi, dan digunakan untuk
menghisap dan menaikkan tekanan uap refrigeran yang berasal dari evaporator.
Bagian pemipaan yang menghubungkan antara evaporator dengaan kompresor dikenal
sebagai saluran hisap (suction line). Penambahan tekanan uap refrigeran dengan
kompresor ini dimaksud agar refrigeran dapat mengembun pada temperatur yang
relatif tinggi. Refrigeran yang keluar dari kompresor masih berfasa uap dengan
tekanan tinggi. Perbandingan antara absolut tekanan buang (discharge pressure)
dan tekanan isap (suction pressure) disebut dengan ratio kompresi (compression
ratio). Kompresor pada sistem refrigerasi dapat berupa kompresor torak
(reciprocating compresor), rotary, scrol, screw, dan centrifugal. Kompresor
yang paling umum dijumpai dan terdapat dalam berbagai tingkat kapasitas adalah
kompresor torak. Refrigeran yang masuk kedalam kompresor harus benar-benar
berfasa uap. Adanya cairan yang masuk ke kompresor dapat merusak piston,
silinder, piston ring dan batang torak. Karena itu, beberapa jenis mesin
refrigerasi dilengkapi dengan liquid receiver untuk memastikan refrigeran yang
diisap oleh kompresor benar-benar telah berfasa uap baca
Memahami tentang Sistem Refrigerasi
3.3
Kondensor
Kondensor berfungsi untuk mengembunkan atau mengkondensasikan
refrigeran bertekanan tinggi dari kompresor. Pemipaan yang menghubungkan antara
kompresor dengan kondensor dikenal dengan saluran buang (discharge line).
Dengan demikian, pada kondensor terjadi perubahan fasa uap ke cair ini selalu
disertai dengan penbuangan kalor ke lingkungan. Pada kondensor berpendingin
udara (air cooled condenser), pembuangan kalor dilakukan ke udara. Pada
kondensor berpendingin air (water cooled condenser), pembuangan kalor dilakukan
ke air.
3.4
Alat Ekspansi (Metering Device )
Komponen ini berfungsi memberikan satu cairan refrigeran dalam
tekanan rendah ke Evaporator sesuai dengan kebutuhan. Pada alat ekspansi
terjadi penurunan tekanan refrigeran akibat adanya penyempitan aliran. Alat
ekspansi dapat berupa pipa kapiler, katup ekspansi termostatik (TXV,
thermostatik expansion valve, Gambar 3), katup ekspansi automatik, maupun katup
ekspansi manual.
4.
Komponen Pendukung pada Sistem Refrigerasi
4.1
Solenoid Valve
Pada sistem refrigerasi, solenoid valve atau katup solenoid
dapat digunakaan untuk menyekat aliran refrigeran pada saat sistem tidak sedang
bekerja. Pada berbagai aplikasi, katup solenoid juga dapat digunakan sebagai
alat bantu untuk penghilangan bunga es pada evaporator dengan metode hot gas
defrosts.
4.2
Filter Dryer
Komponen ini berfungsi menyaring kotoran dan menghilangkan uap
air yang kemungkinan masih tertinggal pada sistem refrigerasi. Filter dryer
dipasang pada liquid line, yakni saluran yang menghubungkan antara keluaran
kondenser dengan alat ekspansi.
4.3
Sight Glass
Alat ini digunakan untuk mengamati secara visual kondisi
refrigeran pada liquid line. Apabila ada pada sight glass terlihat ada
gelembung, berarti kondensasi pada kondensor tidak berlangsung secara sempurna.
Selain itu, dari warna yang tampak pada alat ini dapat dilihat apakah
refrigeran pada sistem refrigerasi masih mengandung uap air atau tidak.
4.4
Access Port / Service Valve
Alat ini digunakan untuk keperluan pemvakuman dan pengisian
refrigeran. Alat ini juga dapat digunakan untuk keperluan pumpdown.
4.5
Liquid Receiver
Alat ini digunakan untuk menampung refrigeran cair yang berasal
dari kondenser. Liquid receiver dipasang padaliquid line sebelum filter dryer
dan sight glass.
5.
Peralatan Kontrol
Peralatan kontrol pada sistem refrigerasi umumnya digunakan
untuk pengaman dan menjaga temperatur/kelembaban yang konstan pada harga yang
diinginkan.
5.1
Termostat
Termostat merupakan alat kontrol yang digunakan untuk menjaga
temperatur ruangan atau produk pada kisaran harga yang diinginkan.
5.2
Hlpstat
Hlpstat (high-low pressurestat) adalah alat kontrol yang
memiliki fungsi menjaga sitem refrigerasi agar bekerja pada kisaran tekanan
yang diinginkan.
5.3
Motor Over Load Proteksi
Semua kompresor yang berjenis hermatik harus dilengkapi dengan
pengaman yang dapat melindungi motor dari pemanasan yang berlebihan, apapun
penyebabnya. Pengaman jenis ini pada umumnya dirancang untuk dapat dipasang
langsung pada motor dan memiliki hantaran hantaran termal yang baik. Dengan
demikian, peralatan ini tidak saja sensitif terhadap pemanasan akibat arus yang
berlebihan, namun juga pemanasan yang diakibatkan oleh tekanan discharge yang
terlalu tinggi dan sebab-sebab lainnya. Pengaman ini berbeda dengan starting
relay, yang hanya dapat memberikan pengamanan terhadap arus yang berlebihan,
namun tidak dapat melindungi motor dari pemanasan yang berlebihan. 6. Kinerja
Sistem Refrigerasi Pada suatu sistem refrigerasi, besarnya kalor yang diambil
oleh refrigeran pada evaporator dari lingkungannya akan sebanding dengan
selisih entalpi antara keluaran dan masukan evaporator, ini dikenal dengan
sebutan efek refrigerasi, qE atau qE = h1 – h4 di mana: qE = Efek refrigerasi,
(kJ/kg) atau (Btu/lb) h2 = Entalpi refrigeran keluaran evaporator, (kJ/kg) atau
(Btu/lb) h1 = Entalpi refrigeran masukan evaporator, (kJ/kg) atau (Btu/lb) Pada
proses kompresi, entalpi refrigeran akan mengalami kenaikan akibat energi yang
ditambahkan olehkompresor kepada refrigeran. Besarnya kenaikan energi
refrigeran akan sebanding dengan kerja kompresor yang dinyatakan dengan: W = h2
– h1 di mana: W = Kerja kompresor, (kJ / kg) atau (Btu/lb) h2 = Entalpi
refrigeran keluaran kompresor, (kJ/kg) atau (Btu/lb) h1 = Entalpi refrigeran
masukan kompresor, (kJ/kg) atau (Btu/lb) Perbandingan antara besarnya kalor
dari lingkungan yang dapat diambil oleh evaporator dengan kerja kompresor yang
harus diberikan disebut sebagai koefisien kinerja (coeffisient of performance,
COP) COP = q?/W atau COP = (h1 – h4) / (h2 – h1) Dengan rumus
di atas, maka besar COP selalu lebih besar dari satu. Pembuangan kalor (heat
rejection) pada kondenser sebanding dengan panjang garis proses pada kondenser,
yakni garis mendatar bagian atas pada plot siklus pada diagram tekanan entalpi.
Pembuangan kalor pada kondenser dinyatakan dengan: qC = h2 – h3 Karena h2 – h3
= (h2 – h1) + (h1 – h4) Maka: qC = W + qC Atau dengan kata lain Pembuangan
panas kondenser = kerja kompresor + efek refrigerasi.
7.
Kesimpulan
1. Komponen utama dari suatu sistem
refrigerasi kompresi uap adalah: Evaporator. 2. Kompresor,
Kondensor dan alat ekspansi. 3. Pada evaporator terjadi
pendidihan (boiling) atau penguapan atau perubahan fasa. 4.
Refrigeran dari cair menjadi uap. 5. Refrigeran mampu
menyerap kalor pada temperatur yang sangat rendah mis: refrigerant.
6. 22 (R 22) memiliki titik didih -410 C.
7. Kompresor akan mengisap refrigeran dalam fasa uap dengan
tekanan rendah, selanjutnya mengubah refrigeran fasa uap dengan tekanan tinggi.
8. Refrigeran yang masuk ke kompresor harus benar-benar
berfasa uap, adanya cairan yang masuk ke kompresor dapat merusak piston,
silinder, ring piston dan batang torak.
