Sabtu, 06 Juni 2015
Ketahui 10 Janji Allah SWT Kepada Mereka Yang Ingin nikah
10 Janji Allah
Kepada Mereka Yang Ingin Berkahwin | Apabila seorang
muslim baik lelaki atau wanita akan berkahwin, biasanya akan timbul pelbagai
perasaan akan timbul. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga
tidak sabar menunggu datangnya si pendamping. Bahkan ketika dalam proses taaruf
sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. Inilah khabar gembira berupa
janji Allah bagi orang yang akan berkahwin. Bergembiralah wahai saudaraku…
Ketahui 10 Janji
Allah Kepada Mereka Yang Ingin Berkahwin
1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki yang keji, dan
lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah
untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang
baik (pula)”. (QS An
Nuur : 26)
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri.
Hiduplah sesuai dengan ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah lelaki yang
soleh, jadilah wanita yang solehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik
buat kita. Amin.
2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan
orang-orang yang layak Nikah
dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah
akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya)
lagi Maha Mengetahui”. (QS.An
Nuur: 32)
Sebahagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang untuk
nikah. Salah satu sebabnya
adalah kerana belum mempunyai pekerjaan. Dan yang telah mempunyai pekerjaan pun
tetap ada perasaan bimbang juga. Sebahagian mereka tetap ragu nilai gajinya.
Dalam fikiran mereka, “apakah gaji ini cukup untuk berkeluarga dengan gaji
sekian?”.
Ayat tersebut merupakan jawapan buat mereka yang ragu untuk
melangkah ke jenjang pernikahan kerana
alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini
adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah
memenuhi keperluan keluarga.
Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil,
apabila tanggungjawab para pemuda bertambah – dengan kewajipan memberi nafkah
kepada isteri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rezeki yang lebih.
Tidakkah kita lihat kenyataannya di masyarakat, banyak mereka yang semula
miskin tidak mempunyai apa-apa ketika nikah, kemudian Allah memberinya rezeki yang berlimpah dan
mencukupkan keperluannya?
3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi
sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang
menikah kerana ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy,
Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
Bagi siapa saja yang nikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan
pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah dalam hadits ini. Dan
pertolongan Allah itu pasti datang.
4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan
untukmu isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
berfikir”. (QS. Ar Ruum : 21)
5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ “. (QS. Al Mu’min : 60)
Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada
Allah niscaya akan
diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan
pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, taat, dan sebagainya.
Dalam berdoa, perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa.
Diantaranya adalah ikhlas, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap
kiblat, mengangkat kedua tangan, dan lain – lain.
Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa.
Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah
‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, dan pada waktu antara azan dan iqamah,
Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah
makan dan minum dari sumber yang haram, dan berpakaian dari usaha yang
haram serta melakukan apa yang diharamkan Allah,
Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah,
mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahawa Allah Maha Kaya, dan
mengakui bahwa Allah Maha Mendengar.
Sebahagian orang apabila
jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar
jodohnya lancar. Cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan
hadis-hadis berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu dia
menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima solatnya selama empat puluh
malam”. (Hadis sahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).
Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka
janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Sahih riwayat Muslim juz 7 hal.
35).
Telah bersabda Nabi SAW, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan
guna-guna itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadis sahih riwayat Abu Dawud (no.
3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).
6. “Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat“.
(Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan solat. Agar datang
pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi dan
terbebas dari bid’ah-bid’ah.
7. “Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (QS.Alam Nasyrah : 5 – 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang
dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap
berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada
kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.
8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama)
Allah, niscaya Dia akan menolongmu
dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS.Muhammad
: 7)
Agar Allah menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik
dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan
penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian,
dan sebagainya. Dengan itu semoga Allah menolong kita.
9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong
(agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (QS. Al Hajj : 40)
10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. Al Baqarah : 214)
Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya.
Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih
sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada
Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.
Jadi, kenapa ragu – ragu dengan janji Allah?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar